Pengalaman Menemani Ibu Kemo Pertama, Kedua, dan Ketiga di RSUI

Budioso.blogspot.com - Di artikel kali ini saya akan share pengalaman singkat menemani ibu menjalani rawat inap kemoterapi dari kemo pertama kali hingga yang ke-3 di Rumah Sakit Universitas Indonesia.

Pengalaman Ibu Kemoterapi Rawat Inap di RSUI (Rumah Sakit Universitas Indonesia) - Budioso.blogspot.com
Pengalaman Ibu Kemoterapi Rawat Inap di RSUI (Rumah Sakit Universitas Indonesia) - Budioso.blogspot.com


Untuk mendapat jadwal rawat inap, harus melalui rujukan dokter. Ibu mendapat rujukan dari dr. Gatut. Selesai dari kunjungan dr. Gatut (Spesialis paru), lalu saya menyerahkan jadwal kemo pada ners yang bertugas.

Ners lalu memberikan formulir rawat inap kemo yang isinya berupa persetujuan keluarga atas tindakan kemo di tanggal yang ditentukan. Setelah mengisi formulir, formulir tersebut saya serahkan pada ners.

Menjalani Kemoterapi



Untuk masuk kamar rawat inap dalam rangka menjalani kemoterapi, pasien harus menunggu pesan chat masuk dari RSUI yang berisi tanggal dan jam kedatangan pasien.

Kemoterapi Pertama



Kemo pertama agak mundur jauh dari jadwal, mungkin karena ketersediaan kamar yang belum ada dan pasien lain pun juga ada yang berbarengan dengan ibu juga mundur dari jadwal.

Setelah mendapat WhatsApp dari RSUI saya membawa ibu ke bagian administrasi pendaftaran rawat inap. Saya menunjukkan pesan chat WhatsApp pada petugas dan petugas memberikan kertas absen dan formulir isian data pasien yang di mana dalam formulir tersebut.

Tak lama kemudian setelah menyerahkan formulir tersebut, nama ibu dipanggil lalu diantar menuju ruang rawat inap di mana ruangan tersebut khusus pasien wanita dan khusus ruangan untuk rawat inap kemoterapi.

Sebelum naik ke kamar rawat inap, saya diberi kartu akses (dan selembar berkas kartu akses) untuk dapat menuju lantai ruang rawat inap. Jadi, saya hanya bisa masuk ke lantai ruang rawat inap tempat ibu dirawat menggunakan kartu tap tersebut, tidak bisa menuju ke lantai ranap lain di RSUI.

Sebagai informasi, untuk kartu akses tersebut pihak pasien wajib memberikan deposit sebesar Rp50.000 yang nantinya uang tersebut dapat diambil kembali setelah rawat inap selesai dengan menukarkan kartu akses ke petugas. Caranya, setelah atau sepulang rawat inap, kartu dan berkas kartu diserahkan ke security, lalu kertas atau berkas kartu tersebut distempel security bahwa kartu sudah dikembalikan dan nanti dengan kertas tersebut uang deposit kartu akses dapat kita ambil.

Proses Kemoterapi Berapa Hari?

Berdasarkan pengalaman menemani ibu proses kemo infus ada beberapa hari yaitu:

Hari Pertama

Hari pertama yaitu hari pemanggilan atau undangan pasien untuk mendaftar dan masuk ranap sekitar sore hingga isya di mana malamnya biasanya diambil sampel darah dan data lain seperti tensi dan lainnya. Sebelum kemo dokter atau ners akan memberikan informasi apa saja efek yang bisa saja timbul akibat kemoterapi.

Hari Kedua

Dari hasil sampel lab dll tersebut jika positif atau aman, maka di hari kedua, obat (cairan infus kemo) disiapkan farmasi lalu sekitar magrib atau isya obat kemo yang berupa cairan infus tersebut diberikan ke pasien.

Hari Ketiga

Sekitar subuh atau pagi hari, cairan infus habis. Lalu siang dan sore hari pasien diperbolehkan pulang setelah menerima obat dan surat ringkasan pulang beserta jadwal kontrol ke poli atau dokter pasca rawat inap. Obat yang diberikan biasanya obat untuk mencegah efek kemo.

Oke kita kembali ke pembahasan kemoterapi ibu yang kedua, tadi yang pertama ya.

Kemoterapi Kedua

Proses pemanggilan atau undangan dan pendaftarannya sama, hanya saja di kemoterapi kedua ini, jumlah botol infusnya ada empat. Pada kemoterapi kedua ini ibu mengalami efek samping kemo yaitu diare.

Kemoterapi Ketiga

Ini juga sama sih, pemanggilan atau undangan dan pendaftarannya sama, hanya tapi jumlah botol infusnya ada tiga seperti proses kemo yang pertama. Namun kali ini ibu kondisinya sudah sulit berjalan karena lemah, sulit bangun duduk sendiri dari berbaring, terlebih ibu akan saya periksakan dan operasi matanya juga di RSUI karena ada katarak namun ibu belum mendapat jadwal dokter mata. Menurut info dari ners di poli paru, kendalanya untuk ke dokter mata harus kosong dari jadwal dokter lain.

Memang ada efek dari kemo yang membuat lemas, namun jika lemas tidak bergerak saya khawatir ibu malah jadi jompo sebab menurut info kesehatan yang saya tahu, usia senja jangan banyak diam karena jika diam otot yang tidak terpakai akan susut dan nanti jadi jompo.

Semoga ibu kuat lagi, bisa jalan bisa duduk, tidak jompo ya bu. Aaamiiin.




Saat ini saya rutin mendampingi ibu menjalani kontrol ke poli dan kemoterapi karena tumor paru yang telah menyebar ke otak. Di sela kegiatan tersebut, kesempatan saya untuk bekerja menjadi sangat terbatas. Donasi melalui QRIS atau PayPal di bawah ini akan sangat berarti bagi kami. Terima kasih atas doa dan kebaikan Anda.



Klik untuk donasi via PayPal
Lebih lamaTerbaru



Posting Komentar

Diharapkan untuk tidak meletakkan link di kolom komentar. Jika berkomentar dengan mencantumkan link maka komentar tidak akan dimunculkan.

Jika Anda ingin berpromosi dengan menyertakan link, lebih efektif promosi dengan artikel dibanding berpromosi di kolom komentar. Anda dapat mengendorse blog ini dengan memasang artikel di blog ini atau memasang banner iklan. Silahkan hubungi saya via email di halaman kontak untuk info harga endorse lebih lanjut. Terima kasih
Jasa desain grafis online. Desain logo, desain kemasan, desain company profile compro, pembuatan tagline slogan. www.hakameru.com