Prosesnya sama seperti pendaftaran kemo sebelumnya. Datang ke loket pendaftaran rawat inap, mengisi form, memberikan deposit Rp 50.000 untuk kartu akses kamar rawat inap, lalu nanti pasien akan dipanggil petugas lalu diantar ke bed di kamar rawat inap Rumah Sakit Univesitas Indonesia.
Pasien kemoterapi ditempatkan di ruangan rawat inap kemoterapi. Malam pertama itu, ibu dicek darah dan tensi lalu dan setelah semua indikator semuanya oke, keesokan harinya ibu dimasukkan cairan obat infus kemo yang berjumlan tiga kantong infus.
![]() |
| Baru selesai kemoterapi keempat ibu kejang lagi - Budioso.blogspot.com |
Kondisi ibu saat kemo keempat masih menggunakan kursi roda dan belum bisa berjalan normal.
Singkat cerita, ibu sudah masuk di hari ketiga dan persiapan pulang namun saat pagi hari di hari ibu diperbolehkan pulang ibu mengalami kejang singkat yang dilihat oleh ayah saya dan ayah saya melaporkan ke petugas medis.
Saat saya ke sana pada siang hari untuk menjemput ibu pulang, ibu mengalami kejang lagi dan seketika saya teringat kata-kata ners saat ibu kejang saat hendak pulang pada kemo ketiga untuk saya merekam jika ibu kejang.
Saat saya merekam, ners datang hendak menginfokan obat lalu saya mengatakan ibu kejang. Ibu kejang sekitar lima puluh detik. Ners lalu melaporkan hal tersebut pada dokter saraf.
Tak lama kemudian ners masuk kembali ke ruangan rawat inap sambil memberikan nomor WhatsApp lantai 12 dan meminta saya mengirimkan rekaman ibu kejang ke nomor tersebut agar ners dapat meneruskan video tersebut pada dokter.
Bagaimana ibu kejangnya? Tangan kiri dari pundak sampai jari yang kejang. Ibu tetap sadar. Saat itu posisi ibu sedang tiduran menghadap kiri. Kembali ke cerita.
Beberapa lama kemudian setelah saya makan siang, saat saya duduk di ruang tunggu di lantai 12, saya dipanggil oleh ayah saya karena dr. Sophie datang ke bed ibu.
Ini kejadian unik dan kebetulan untuk saya. Saat dokter Sophie yang datang bersama ners memeriksa ibu dan bertanya tentang ibu pada saya, masuk dr. Gatut. Wah bareng gini dan terlebih ini di hari Sabtu.
dr. Sophie lalu mengatakan bahwa ibu akan diobservasi selama 24 jam. Jika dalam 24 jam tidak ada kejang lagi maka ibu baru diperbolehkan pulang.
Saya mengatakan pada dr. Sophie bahwa obat kejang di rumah akan segera habis karena awalnya dosis 500mg naik menjadi 750mg maka saya meminta obat pulang (obat kejang) diadakan agar ibu masih dapat mengonsumsi obat sampai pada waktu bertemu kontrol ke dr. Sophie kembali setelah kontrol ke dokter Gatut pasca rawat inap kemo.
Setelah dr. Sophie meninggalkan ruangan, berlanjut dr. Gatut yang memeriksa ibu dan setelah memeriksa ibu, saat keluar ruangan rawat inap saya mendengar dr. Gatut berkata pada ners sesuai arahan dr. Sophie, pasien akan dilihat perkembangan dalam 24 jam dahulu dan jika tidak ada kejang maka diperbolehkan pulang.
Setelah 24 jam ibu tidak kejang lagi, akhirnya ibu diperbolehkan pulang. Kemo ini dilakukan dibawah wewenang dokter Gatut karena dr. Gatut adalah BPJS utama ibu (ibu ada tumor di paru maka ditangani oleh dr. Gatut yang merupakan dokter spesialis paru).
Karena ibu sebelumnya mengalami kejang yang penyebabnya adalah tumor di kepala yang merupakan anak sebar dari paru, walau tumor di kepala sudah diangkat oleh dokter bedah dr. Kevin, namun obat bulanan ibu masih didapat dari dokter saraf dr. Sophie. Jadi dr. Sophie saat ini adalah dokter rujukan internal dari dokter paru dr. Gatut.
Karena ibu mengalami kejang tersebut, dosis obat kejang ibu dirubah lebih tinggi.
Klik untuk donasi via PayPal



Posting Komentar
Jika Anda ingin berpromosi dengan menyertakan link, lebih efektif promosi dengan artikel dibanding berpromosi di kolom komentar. Anda dapat mengendorse blog ini dengan memasang artikel di blog ini atau memasang banner iklan. Silahkan hubungi saya via email di halaman kontak untuk info harga endorse lebih lanjut. Terima kasih