Ibu Kejang tapi Sadar, Apa Penyebabnya? Pengalaman Membawa ibu ke IGD

Budioso.blogspot.com - Halo, Apa kabar? Sudah lama saya gak nulis di blog ini. Sebenarnya saya menulis ini di Mei 2026 namun saya set tanggal postingan ini di sekitar tanggal ibu kejang agar cerita dari awal ibu saya kejang atau sakit hingga penanganan terupdate berurutan di postingan blog ini.

Awal Kejang

Malam itu sekitar bada magrib, ibu sedang memotong jahe di area dapur untuk membuat minuman jahe. Lalu tiba-tiba ia memanggil saya dan mengatakan telapak tangan kanannya kaku dan minta dipijit.

Ibu akhirnya saya bawa keruang tengah lalu saya pijit dan baluri tangan ibu dengan kayu putih. Kami pikir ibu hanya kelelahan.

Ibu merasa kakunya menjalar ke bagian lengan kakan lalu ke area dada samping kanan di bawah ketiak, lalu ke leher belakang dan ke kepala.

Ibu mulai kejang, kejang sebagian kanan saja yaitu sebelah kanan badannya saja mulai dari tangan, kaki dan badan. Semua goyang. Namun, ibu tetap bisa diajak berkomunikasi.

Melarikan ibu ke IGD

Saya membawa ibu yang masih kejang namun bisa diajak berbicara ke IGD rumah sakit RSIA Asyifa Depok. Perjalanan dari rumah ke IGD sekitar 5 menit kurang karena rumah sakitnya dekat dan perjalanan bisa menembus jalan pintas. Karena kami belum tahu, saat ibu kami bawa, kami menempelkan sendok ke mulut ibu agar lidah ibu tidak tergigit.

Sesampainya di RS, ibu masuk area IGD. Lalu nakes di sana mengatakan hendaknya jangan meletakkan sendok di mulut karena berbahaya. Nakes di IGD mengatakan mungkin ibu kekurangan cairan karena sering berpuasa daud. Setelah ibu kejangnya mereda kami diminta segera membawa ibu ke IGD RSUD Depok dan tanpa membayar biaya apapun karena tidak ada tindakan dari pihak IGD.

Saat diluar hendak membawa ibu ke IGD RSUD, ibu kembali kejang dan ibu dibawa masuk lagi ke dalam ruangan IGD Asyifa. Kira-kira (saya lupa) ibu kejang mungkin sekitar 3 menit. Setelah ibu mereda kejangnya kami membawa ibu ke IGD RSUD Depok di Sawangan.

Selama perjalanan, ibu kejang. Kami ajak ibu berbicara dan ibu merespon pembicaraan kami dan bisa mengucapkan zikir.

Sesampainya di IGD RSUD, kami diminta melakukan pendaftaran terlebih dahulu, namun karena ibu kejang, saya minta ibu segera ditindak dahulu.

Ibu kemudian dimasukkan ke dalam ruang IGD lalu diberi semacam obat penenang atau obat tidur sembari saya melakukan pendaftaran.

Ibu tertidur. Sudah tidak kejang lagi. Ibu kemudian dirawat kurang lebih seminggu di RSUD Depok.

Kejang lagi dan dibawa ke IGD RSUD

Setelah pulang dari rawat inap di RSUD dan hendak kontrol, ibu kembali kejang. Ibu dilarikan ke RSUD dalam keadaan kejang namun kali ini ibu tidak dirawat inap dan diperbolehkan pulang.




Dukung blog ini dalam membuat artikel/tulisan bermanfaat dengan donasi seikhlasnya via scan QRIS atau via Paypal di bawah ini (QRIS ini dapat menerima transfer dari berbagai bank dan berbagai dompet digital). Terima kasih.



Klik untuk donasi via PayPal



Posting Komentar

Diharapkan untuk tidak meletakkan link di kolom komentar. Jika berkomentar dengan mencantumkan link maka komentar tidak akan dimunculkan.

Jika Anda ingin berpromosi dengan menyertakan link, lebih efektif promosi dengan artikel dibanding berpromosi di kolom komentar. Anda dapat mengendorse blog ini dengan memasang artikel di blog ini atau memasang banner iklan. Silahkan hubungi saya via email di halaman kontak untuk info harga endorse lebih lanjut. Terima kasih
Jasa desain grafis online. Desain logo, desain kemasan, desain company profile compro, pembuatan tagline slogan. www.hakameru.com