Selamat datang di budioso.blogspot.com. Semoga artikel yang ada di blog ini membawa manfaat


Memulai bisnis sebagai persiapan pensiun atau jika tiba-tiba berhenti bekerja



Bekerja bagi semua orang adalah suatu keharusan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun apakah pernah terpikir bahwa kita bekerja pada suatu perusahaan tidaklah lama atau langgeng? Pernahkah kita berpikir bahwa setinggi-tingginya jabatan atau gaji kita berkerja pada suatu perusahaan, gaji atau jabatan tersebut tidak dapat diwariskan pada anak/keluarga/keturunan kita?

Kapan sebaiknya bisnis dimulai kapan sebaiknya memulai usaha kapan saat yang tepat untuk memulai bisnis

Kembali kepada topik persiapan dini sebelum pensiun atau tiba-tiba berhenti bekerja/memulai bisnis sebagai persiapan pensiun atau jika tiba-tiba berhenti bekerja.

Sebagai pekerja contohnya, kita tidak akan tahu apakah tiba-tiba akan terjadi:

  • Krisis moneter
  • Perusahaan tempat kita bekerja dibeli perusahaan lain dan kita sebagai tenaga kerjanya tidak diperlukan lagi
  • Perusahaan tempat kita bekerja menutup usahanya atau bangkrut
  • Kita terkena musibah atau sakit dan terpaksa dikeluarkan dari perusahaan
  • Kita terkena pengurangan karyawan, dll
  • Atau kita sudah saatnya pensiun

Dari berbagai macam faktor tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa kita harus mempunyai persiapan ketika hal tersebut terjadi. Bukan pasrah “nanti lihat saja pada takdir Tuhan” tetapi kita sebagai manusia tetap harus berusaha menuju ke arah yang lebih baik.

Apa yang sebaiknya kita lakukan? Apakah menabung cukup?
Tabungan tentu akan habis, begitupun dana pensiun tidak terlalu besar. Sebaiknya yang dilakukan adalah mulai membangun bisnis sambil bekerja.

Apakah mungkin membangun bisnis sambil bekerja?
Bersama Allah tidak ada yang tidak mungkin dan selama kita mau berusaha. Banyak cara agar bisnis berjalan tetapi tidak mengganggu jam kerja anda. Perlu diingat bahwa kita digaji perbulan oleh perusahaan untuk bekerja pada perusahaan jadi jangan gunakan jam kerja untuk urusan pribadi atau bisnis pribadi.

Bukankah itu akan memecah fokus antara pekerjaan dan bisnis pribadi?
Memang nantinya pada suatu saat bisnis yang anda bangun mulai berkembang anda akan dihadapkan pada dua pilihan, fokus pada bisnis yaitu keluar dari tempat anda bekerja, atau anda tetap bekerja. Untuk tahap awal, anda tetap dapat memulai membangun bisnis sambil bekerja dan tetap mendapatkan gaji bulanan dari tempat anda bekerja.

Bagaimana saya menyikapi ini?
Anggap saja bisnis apapun yang mulai anda jalankan adalah bisnis untuk dana pensiun anda di mana nanti hasilnya adalah anda tetap dapat mandiri secara finansial tidak tergantung pada orang lain karena anda sudah mempunyai usaha sendiri setelah pensiun atau berhenti bekerja.

Bagaimana caranya membangun bisnis atau memulai usaha?
Anda dapat membentuk sebuah kemitraan atau kerjasama dengan rekan, keluarga, atau sahabat anda dalam membangun bisnis. Bisa dengan menanam modal atau lainnya. Dengan demikian tidak akan menggangu waktu kerja anda. Atau, anda dapat membangun usaha di mana job yang anda kerjakan dapat anda kerjakan di hari libur atau weekend.

Bukankah bisnis memerlukan modal? Bagaimana dengan saya yang tidak atau belum memiliki modal usaha?
Bisnis atau usaha tidak selalu perlu modal. Ketika anda membentuk suatu tim seperti bersama rekan, sahabat atau keluarga, anda dapat berpartisipasi dengan tenaga, ide/pemikiran dan lainnya.

Kapan sebaiknya bisnis dimulai atau kapan sebaiknya memulai usaha atau kapan saat yang tepat untuk memulai bisnis?
Sekarang, lebih cepat lebih baik sebab dari sekarang brand atau nama bisnis anda lambat laun akan dikenal. Berbeda jika anda berhenti atau pensiun bekerja lalu baru memulai usaha, maka brand atau merek anda akan baru mulai berjalan/merambah berbarengan dengan waktu anda memulai usaha pada saat berhenti bekerja.

Mengapa perlu memulai usaha atau mengapa perlu membangun bisnis pada saat masih aktif bekerja sebagai karyawan?
Karena kebanyakan para karyawan yang terkena PHK, pensiun, dll yang tiba-tiba berhenti bekerja merasa tidak dapat berbuat apa-apa selain bekerja sedangkan mereka perlu waktu lagi untuk mendapatkan pekerjaan baru dimana persaingan untuk mendapatkan pekerjaan saat ini begitu sulit.

Saya belum pernah membuka usaha atau berbisnis, apakah saya bisa?
Tentu saja bisa selagi kita memiliki kemauan dan dibarengi usaha yang sungguh-sungguh. 


Terlepas dari itu semua, seharusnya dari kecil sejak bangku sekolah kita diajarkan juga bagaimana menjadi wirausahawan, tidak hanya dididik menjadi karyawan/pegawai agar ketika kita besar dan ketika kita sulit mendapat pekerjaan kita sudah dilatih untuk menjadi wirausaha (siap menghadapi apapun, siap menjadi pekerja atau pengusaha).

Sebagai contoh seharusnya kalimat dalam buku pelajaran anak didik bukan:

"Ayah pergi ke kantor untuk bekerja"
(anak murid yang membaca secara tak langsung dididik menjadi pegawai)

Tetapi bisa juga di tambahkan

"Ayah pergi ke pasar menjual sayur" 
(anak murid yang membaca secara tak langsung dididik menjadi pengusaha)

Atau

"Ayah pergi ke pasar berdagang di toko"
(anak murid yang membaca secara tak langsung dididik menjadi pengusaha)












Artikel Lainnya


    0 komentar:

    Post a Comment

    Terima kasih atas kunjungan dan atas komentarnya. Mohon untuk tidak berpromosi mengenai judi, p*rno, obat kuat atau yang bersifat meresahkan dan diharap tidak memuat link aktif/plain teks & untuk url di name nya juga tidak mengandung kriteria diatas (jika terdapat yang demikian komentar tidak akan muncul)