Drop Pasca Kemo Keempat Ibu Dilarikan ke IGD RSUI Lalu Kritis

Budioso.blogspot.com - Pagi itu 14 Agustus 2026, ibu kembali tidak mau makan. Sebelumnya saat kemo keempat di ruang rawat inap di RSUI ibu memang sempat tidak mau makan alias tidak mau mengunyah, saat minum obat pun demikian. obat tidak mau ditelan.

Saat kemo keempat itu, kebetulan istri saya yang menjaga ibu. Istri saya lalu memberitahukan hal tersebut melalui pesan WA kepada saya dan ayah saya. Istri juga memberitahukan hal itu langsung pada ners yang menjaga kemudian setelah ners mengatakan agar ibu makan dan minum obatnya, ibu mendengarkan ners dan akhirnya mau makan dan minum obat.



Hari ini Jumat pagi, saat istri memberi makan ibu, ibu tidak mau mengunyah lagi. Dan ibu tidak bisa berkomunikasi. Duduk pun didudukkan.

Ada makanan yang ibu telan sedikit. Melihat hal tersebut istri langsung mencairkan obat lalu meminumkannya pada ibu khawatir jika obat telat obat ibu bisa kejang lagi.

Kebetulan hari itu saya mengantar istri untuk kontrol ke RS Hermina Depok. Ibu berada di rumah bersama adik ibu dan istrinya bersama tetangga dan anak saya.

Sekitar ba'da magrib ibu dibawa oleh anak saya dan ayah saya ke IGD. Saya katakan pada ayah saya via WhatsApp agar mengatakan pada petugas di IGD RSUI bahwa ibu mengalami penurunan kesadaran agar diterima di IGD.

Ibu diterima di IGD namun bed IGD penuh. Sementara menunggu bed, ibu mendapatkan tempat di kursi roda. Info dari ayah, pasien yang dari tanggal 11 Agustus 2026, belum dapat kamar hingga saat ayah WhatsApp saya.

Saat berada di IGD ada dokter yang menanyakan riwayat dan kondisi terakhir ibu. Ayah menelpon saya via video call lalu saya yang menjelaskan kondisi ibu, dari awal terdeteksi kejang, IHK, sampai dengan berapa kali kemo dan lainnya sampai apa saja obat yang dikonsumsi Pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 00.10, ayah mengabari bahwa ibu akhirnya mendapat tempat tidur di ruang IGD.

Pada pukul 08.57 WIB ibu sudah dipindah ke lantai dua IGD yang artinya yang saya tahu (CMIIW) sudah lewat dari masa kritis. Ibu sempat meminta bubur kacang hijau pada ayah dan sempat disuapkan. Lalu dokter melarang untuk mengkonsumsi makanan dari luar.

Pada pukul 23.32 WIB ibu masuk ke kamar rawat inap lantai 10 (1010). Saat masuk rawat inap, ibu di foto yang ayah kirim belum memakai oksigen. Ayah yang menjaga malam ibu mengabari pada pagi harinya bahwa ibu tidak bisa ditinggal walau sebentar karena ibu sering kejang. Pada jam 02.00 tanggal 16 Agustus 2026, ibu kejang sebanyak dua kali dan lama kejangnya. Dokter sudah ada yang visit dan ibu akan dievaluasi menyeluruh.

Ayah mengabari, menurut dokter, ibu harus diawasi terus dan tidak bisa ditinggal. Pada tanggal 17 Agustus 2026, ibu dipasang selang oksigen, buang air, makan dan minum melalui selang.

Saat tanggal 17 Agustus malam saya berganti jaga dengan ayah, ibu sudah dipasangi banyak alat. Menurut info ICU penuh saya pikir alat-alat ICU dibawa ke kamar rawat inap untuk ibu.

Pada pukul 07:14 saya izin kepada ners untuk meninggalkan ruangan karena saya pikir sama saat seperti ibu pasca operasi di ICU ada tenaga medis yang menjaga tapi ners mengatakan tidak bisa pak kondisinya saat ini lalu ners mengatakan : "Keluarga sudah dikabari pak?"




Dukung blog ini dalam berkarya. Support donasi melalui rekening Bank Jago Syariah atau PayPal di bawah ini akan sangat berarti. Terima kasih.


5022 8620 8966
a.n. Budi Santoso

Klik untuk donasi via PayPal



Posting Komentar

Diharapkan untuk tidak meletakkan link di kolom komentar. Jika berkomentar dengan mencantumkan link maka komentar tidak akan dimunculkan.

Jika Anda ingin berpromosi dengan menyertakan link, lebih efektif promosi dengan artikel dibanding berpromosi di kolom komentar. Anda dapat mengendorse blog ini dengan memasang artikel di blog ini atau memasang banner iklan. Silahkan hubungi saya via email di halaman kontak untuk info harga endorse lebih lanjut. Terima kasih
Jasa desain grafis online. Desain logo, desain kemasan, desain company profile compro, pembuatan tagline slogan. www.hakameru.com