Pengalaman Hampir Cuci Darah, Akhirnya Sembuh dari Gangguan Fungsi Ginjal Stadium 5

Budioso.blogspot.com - Pada postingan kali ini saya akan membagikan kisah, cerita, atau pengalaman pribadi saya bagaimana dengan izin Allah saya sembuh dari sakit ginjal stadium akhir atau 5.

Bersyukur, terakhir pemeriksaan di faskes tingkat dua, fungsi ginjal saya dinyatakan oleh dokter spesialis penyakit dalam sudah normal kembali.

Oh ya pengobatan atau pemeriksaan ke dokter yang saya jalani ini gratis menggunakan asuransi BPJS Kesehatan dari pemerintah.

Awal diketahui penyebab gangguan ginjal

Kisah ini bermula saat saya mengikuti vaksin covid-19 di ITC. Ketika giliran saya di tensi darah oleh petugas, petugas menyatakan bahwa tensi darah saya tinggi.

Pengalaman cara sembuh dari gangguan fungsi ginjal stadium akhir atau lima - Budioso.blogspot.com
Pengalaman cara sembuh dari gangguan fungsi ginjal stadium akhir atau lima - Budioso.blogspot.com


Oleh petugas saya diminta istirahat beberapa puluh menit. Setelah beberapa lama kemudian saya dipanggil lagi oleh petugas namun tensi darah saya tetap saja masih tinggi.

Tensi darah saya waktu itu 200. Bagi sebagian orang ada yang kuat dan sebagian ada yang tidak. Tetapi ini bukan masalah kuat atau tidak kuat. Ini masalah serius. Tensi darah harus selalu normal. Jika tidak maka akan menyebabkan penyakit lain dan efek berbahaya lainnya.

Karena tensi darah saya tinggi maka saya tidak bisa mengikuti vaksin waktu itu. Petugas kesehatan di acara vaksin itu menyarankan agar saya ke dokter untuk menormalkan tensi terlebih dahulu agar dapat mengikuti vaksin.

Sebagai informasi, untuk bisa mendapatkan vaksin, tensi darah peserta vaksin harus dalam keadaan normal dan terakhir info yang saya dapatkan setinggi-tingginya tensi 180 dapat mengikuti vaksin.

Di lain hari di tempat vaksin lain yaitu di puskesmas, saya juga mencoba mengikuti vaksin. Namun, tensi darah saya masih tinggi dan saya belum juga dapat mengikuti vaksinasi covid. Petugas di puskesmas juga menyarankan agar saya ke dokter dahulu untuk mengontrol atau menormalkan tekanan darah saya.

Akhirnya pada suatu hari saya pergi ke dokter faskes satu. Di sana saya menceritakan mengenai tidak bisanya saya mengikuti vaksin karena tensi darah tinggi.

Dokter memberi obat penurun tekanan darah Amlodipine Besilate (saya lupa berapa miligramnya) untuk beberapa hari dan saya disarankan untuk kembali kontrol minimal sebulan sekali.

Di sinilah ada kendalanya. Kira-kira dua kali (seingat saya) saya ke dokter faskes tingkat 1, dokter tidak mengatakan bahwa obat darah tinggi harus diminum setiap hari. Jadi setelah obat itu habis, saya tidak membelinya di luar untuk saya minum tiap hari.

Saat saya berkunjung mengantar orang tua saya berobat, orang tua saya menyarankan agar saya sekalian ke dokter memeriksakan kondisi tensi darah saya. Akhirnya saya menyetujuinya.

Setelah diperiksa oleh dokter, dokter jaga kali ini berbeda. Dokter ini menyarankan agar saya secepatnya memeriksakan diri saya pergi ke dokter spesialis penyakit dalam.

Dokter ini khawatir, jika tensi saya tidak segera ditangani maka akan dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke atau efek ke organ tubuh lainnya di antaranya ginjal. Terima kasih dokter.

Apakah ada gejala dari darah tinggi?

Mungkin tiap orang yang memiliki darah tinggi akan mengalami atau merasakan hal yang berbeda. Saat belum diperiksa dan belum diketahui saya memiliki darah tinggi, saya merasa sering pegal pundak, kadang pusing (namun jarang), dan seperti masuk angin.

Pada sebagian orang lainnya darah tinggi tidak memiliki gejala dan tiba-tiba orang yang tidak merasakan gejala tersebut dapat mengalami stroke atau ketika sudah ke dokter ternyata terdapat gangguan pada organ tubuh lainnya akibat darah tinggi yang tidak terkontrol.

Berobat ke faskes 2 ke dokter spesialis penyakit dalam

Setelah mendapat surat rujukan dari dokter faskes 1, saya kemudian berobat ke dokter spesialis penyakit dalam. Sebagai informasi, faskes 1 tempat saya berobat satu perusahaan dengan faskes 2.

Saat bertemu dokter spesialis penyakit dalam, dokter menanyakan kondisi kesehatan saya dan riwayat saya dari kapan saya mengetahui saya memiliki darah tinggi. Saya mengatakan dulu pernah namun tidak berobat lagi dan baru-baru diketahui saat ada kegiatan vaksinasi.

Saya kemudian diberi resep Amlodipine Besilate dan Ramipril masing-masing dengan dosis 10mg. Namun dosis ini tidak untuk satu bulan dan saat obat habis atau jadwal kontrol dokter masih lama sedang obat sudah habis, maka saya membeli obat darah tinggi tersebut di luar.

Pada pemeriksaan berikutnya, saya dicek jantungnya menggunakan alat yang ditempel di dada, dan juga ada yang ditempel di kaki. Dari hasil pemeriksaan tersebut dokter mengatakan aliran darah saya masih baik dan masih bagus. Alhamdulillah.

Setelah beberapa kali kunjungan ke dokter spesialis penyakit dalam dan tensi saya mulai agak turun waktu itu, akhirnya saya bisa mengikuti vaksinasi.

Ginjal bermasalah

Setelah beberapa bulan saya meminum obat darah tinggi dan tensi saya agak membaik namun masih tingi, tibalah saya pada waktu pemeriksaan darah.

Pemeriksaan pertama pengecekan gula darah seharusnya gratis dengan fasilitas BPJS namun karena salah hari maka saya membayar pemeriksaan darah tersebut. Dari hasil pemeriksaan darah tersebut diketahui gula saya normal.

Pada lain kesempatan pada pemeriksaan saya jadwalkan oleh dokter untuk periksa darah kembali. Kali ini pemeriksaan kreatinin. Sebagai informasi, jika ginjal bermasalah karena darah tinggi maka ginjal tidak bisa membuang kreatinin keluar lewat urine dan darah menjadi kotor yang nantinya diperlukan cuci darah.

Hasil pemeriksaan darah ternyata mengejutkan saya. Seingat saya kreatinin saya berada di angka 5 koma sekian.

Melihat hasil angka tersebut dokter mengatakan bahwa kondisi ginjal saya mengkhawatirkan karena sudah berada di stadium akhir atau lima dan jika kondisi setelah minum obat penurun tekanan darah tensi darah saya belum normal dan kreatinin nanti setelah dicek tidak turun maka saya direncanakan oleh dokter untuk cuci darah.



9 Cara supaya sembuh dari gangguan ginjal

Saya melakukan hal-hal dibawah ini agar ginjal saya sembuh bisa berfungsi normal kembali.

Sebelumnya perlu saya nyatakan sanggahan atau disclaimer ini bahwa yang saya sharing ini mohon jangan diikuti, ini bukan anjuran untuk diikuti karena cara yang saya lakukan belum tentu cocok untuk tiap orang karena kondisi kesehatan tiap orang berbeda-beda.

Saya tidak bertanggung jawab atas apapun yang timbul jika mengikuti cara apa yang saya lakukan untuk saya sembuh dari ginjal stadium lima. Cara yang saya lakukan untuk sembuh dari gangguan kesehatan ginjal ini sebelumnya sudah saya konsultasikan pada dokter spesialis penyakit dalam.

1. Doa dan beribadah

Tentu nomor satu saya harus lebih ingat Tuhan, meningkatkan ibadah dan berdoa kepada-Nya minta diberi kesembuhan. Selain Berdoa juga melaksanakan anjuran-anjuran agama.

2. Meminta doa orang tua, keluarga, dan lainnya

Saya minta doa pada kedua orang tua saya agar saya tidak sampai cuci darah, dan tensi darah saya normal kembali. Selain itu saya meminta juga doa dari keluarga dan orang terdekat saya agar saya sembuh dan sehat.

3. Mendoakan orang lain

Jika kita mendoakan orang lain niscaya malaikat juga akan mendoakan kita juga. Saya mendoakan orang lain supaya orang lain sehat.

4. Berpuasa daud

Sejak awal memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam saya mulai rutin menjalani puasa Daud yaitu puasa selang seling di mana satu hari puasa dan satu harinya tidak puasa. Sebelumnya saya menanyakan apakah kondisi saya bisa melaksanakan puasa Daud ke dokter spesialis.

Dokter memperbolehkan saya melaksanakan puasa Daud. Puasa ini saya lakukan sampai saya selesai berobat tidak lagi berobat ke dokter spesialis penyakit dalam.

Untuk puasa ramadan pun dokter juga tidak mempermasalahkan. Tapi kembali lagi pada kondisi kesehatan masing-masing orang ya.

5. Menjaga asupan makan

Terlalu banyak makan garam dapat meningkatkan tensi darah. Saya membatasi asupan garam yang masuk, tidak nol sama sekali tapi benar-benar saya batasi.

Kadang dirumah saya minta tolong dibuatkan makanan yang tidak memakai garam sama sekali. Dan terkadang menggunakan hanya sedikit sekali garam.

Saya juga sempat mengganti penggunaan garam dengan bawang putih bubuk karena bawang putih bubuk dari suatu merek tersebut rasanya agak asin. Saya menanyakan pada dokter apakah boleh saya mengkonsumsi bawang putih bubuk dari merek tersebut sebagai pengganti garam?

Dokter mempertanyakan apa kandungan dari bawang putih tersebut. Saya mengatakan bawang putih tersebut buatan pabrik besar dan 100% komposisinnya bawang putih. Setelah dokter mengetahui kandungan bawang putih 100% dokter mengizinkan saya menggunakan bawang putih sebagai pengganti rasa asin dari garam.

Penggunaan bawang putih bubuk sebagai pengganti garam saya lakukan sampai saya selesai memeriksakan diri di dokter spesialis setelah dianggap sembuh.

Ini yang penting. Suatu hari ketika saya membeli bawang putih tersebut saya menemukan produk tersebut dengan barcode yang sama telah berganti nama dari "Bawang Putih Bubuk" dengan komposisi 100% bawang putih kini namanya berubah menjadi "Perisa Alami Bawang Putih" di mana komposisinya tidak lagi 100% bawang putih tapi ada zat kimia lainnya.

Ketika saya tanyakan ke toko official resmi produk bawang putih tersebut melalui chat di sebuah toko online, customer service menjawab memang benar nama produknya telah berubah menjadi "Perisa Alami Bawang Putih" dan pada komposisinya tidak lagi 100% bawang putih karena menurut BPOM jika ada tambahan zat lain maka tambahan zat tersebut harus dicantumkan pada label kemasan.

Sejak saat itu saya stop tidak lagi mengkonsumsi menggunakan bawang putih bubuk dari merek tersebut sebagai pengganti garam karena khawatir akan dampak zat kimianya dan setelah saya coba bawang putih merek lain ternyata rasanya hambar alias tidak asin.

Sempat saya membaca bahwa jika seseorang memiliki gangguan ginjal maka seseorang tersebut harus membatasi asupan protein. Saya sempat membatasi asupan protein.

Ketika jadwal periksa ke dokter spesialis penyakit dalam saya menceritakan saya membatasi asupan protein namun dokter menyarankan sebaiknya jangan terlalu ekstrem karena kondisi saya masih aman untuk mengkonsumsi protein.

6. Rutin minum obat darah tinggi

Dengan rutin minum obat maka tekanan darah dapat terkontrol dan dapat diharapkan ginjal dapat kembali berfungsi normal. Saya benar-benar memastikan tidak ada obat yang terlewat dari jadwal atau waktu minum.

Dokter menyarankan agar obat tidak ada yang terlewat maka obat dapat dibagi dua waktu konsumsinya misalkan Amlodipine Besilate di minum pagi dan Ramipril di minum pada malam hari.

7. Olahraga

Olahraga penting dilakukan untuk menurunkan tensi darah dan memperlancar metabolisme tubuh. Saya menanyakan pada dokter apakah jika hipertensi jika berolahraga maka jantung akan makin tinggi tensinya?

Dokter menjelaskan justru dengan berolahraga maka tensi darah bisa membaik dan normal. Mengenai olahraga apa yang baiknya saya lakukan dengan kondisi saya saat itu, dokter menyarankan saat itu saya menjalani olahraga jalan cepat saja (setelah sembuh saya diperbolehkan lari).

Saya melakukan olahraga saat saya sedang tidak puasa daud atau jika sedang puasa daud saya berolahraga menjelang berbuka puasa.

8. Minum minuman herbal atau jamu

Sebelum saya minum jamu atau ramuan herbal, saya konsultasikan dahulu pada dokter spesialis penyakit dalam. Dokter menyatakan tidak mengapa minum jamu atau ramuan herbal asalkan diketahui kualitas jamu tersebut misal saya membeli jamu di pedagang jamu keliling dokter minta dipastikan apa saja kandungan dalam jamu tersebut.

Lalu saya mengatakan saya tidak membeli jamu tapi membuatnya sendiri seperti merebus kunyit atau minum bubuk kunyit yang dicampur dengan air, minum rebusan sereh dan akar alang-alang, minum rebusan jahe dan sere, minum rebusan daun salam, minum bubuk habatusauda (bubuk jintan hitam), dan minum bubuk lain seperti jahe dan kayu manis.

Dari konsultasi dengan dokter, dokter saya mengizinkan saya mengkonsumsi herbal tersebut. Catatan, saya tidak mengkonsumsi herbal tersebut bersamaan dan tidak kerap mengkonsumsinya.

9. Stop konsumsi gula

Saya sejak dulu memang tidak menyukai makanan atau minuman manis. Sejak pertama memeriksakan diri ke dokter spesialis saya makin anti dengan gula apalagi gula pasir.

Alhamdulillah mungkin itu yang menyebabkan cek lab tes gula darah saya rendah. Dokter pun mendukung saya dan mengatakan stop konsumsi gula adalah hal yang baik.

Setelah beberapa minggu kemudian saya kembali datang kontrol ke dokter spesialis penyakit dalam sekaligus pemeriksaan darah untuk mengecek kadar kreatinin.

Dari pemeriksaan darah tersebut alhamdulillah kreatinin darah saya sudah normal. Kreatinin saya sudah turun di angka satu koma dan dokter menyatakan ginjal saya sudah berfungsi normal karena tensi darah saya sudah terus stabil di angka 120/80.

Menurut dokter, dengan tensi darah yang stabil dan normal maka membuat ginjal saya berkerja dan berfungsi normal kembali sehingga kadar kreatinin turun atau normal.

Alhamdulillah, setelah diketahui saya memiliki tekanan darah yang sangat tinggi atau hipertensi, untung saja saya cepat memeriksakan diri ke dokter karena jika terlambat maka ginjal saya bisa rusak dan tidak berfungsi lagi.

Tidak ada yang kebetulan. Saya renungkan, Allah menggerakkan saya ke ITC waktu itu agar saya mengetahui saya memiliki tekanan darah yang tinggi agar saya segera berobat. Alhamdulillah terima kasih ya Allah.




Dukung blog ini dalam membuat artikel/tulisan bermanfaat dengan donasi seikhlasnya via scan QRIS atau via Paypal di bawah ini (QRIS ini dapat menerima transfer dari berbagai bank dan berbagai dompet digital). Terima kasih.



Klik untuk donasi via PayPal



Posting Komentar

Diharapkan untuk tidak meletakkan link di kolom komentar. Jika berkomentar dengan mencantumkan link maka komentar tidak akan dimunculkan.

Jika Anda ingin berpromosi dengan menyertakan link, lebih efektif promosi dengan artikel dibanding berpromosi di kolom komentar. Anda dapat mengendorse blog ini dengan memasang artikel di blog ini atau memasang banner iklan. Silahkan hubungi saya via email di halaman kontak untuk info harga endorse lebih lanjut. Terima kasih
Jasa desain grafis online. Desain logo, desain kemasan, desain company profile compro, pembuatan tagline slogan. www.hakameru.com